meniadakan semua catatan tentangmu
yang telah bergerak melampaui waktu
lalu bersemayam di ruang tanpa kata.
"Mengapa?"
"Ini titah-Nya"
"Kau bahagia sekarang?"
"Ya."
"Walau tanpa aku?"
Kau tak menjawab. Hatiku luka
Kupandangi gundukan tanah itu
Dengan rindu yang hampir meledak
Dan kau tetap saja membeku, lukaku perih
Aliran air mataku
kini hanya tersisa jejak
duka yang tertahan
telah mewujud sembilu
dialog kita bahkan sudah lama berakhir
duka yang tertahan
telah mewujud sembilu
dialog kita bahkan sudah lama berakhir
Berharap kau masih punya rindu
Pada jiwaku yang masih tertinggal di bumi?
Apa bisa?
Apa bisa?
Pada akhirnya aku harus meyakinkan diri
bahwa sebenarnya rindu
hanya jadi milik manusia bernyawa
bahwa sebenarnya rindu
hanya jadi milik manusia bernyawa
Dan untukmu, selesai sudah.